Situs lembaga pemerintah sering menjadi sasaran empuk bagi para peretas. Bentuk serangan itu biasanya berupa deface atau mengganti tampilan halaman muka.
Dari
data Kementerian Komunikasi dan Informatika, insiden mengganti tampilan
halaman muka banyak terjadi di situs beralamat go.id. Total serangan
pada tahun 2012 lalu ada sekitar 459 serangan.
Menurut
Hari S Noegroho, Wakil Ketua Ikatan Auditor Teknologi Indonesia (IATI),
untuk menghindari aksi peretas yang membobol situs sangat sulit.
Sekarang sistem keamanan diperbaharui, besok sudah ditemukan lagi celah
masuk membobol situs yang baru.
"Mengapa
pembobolan situs sering terjadi? Itu dikarenakan banyak lembaga
pemerintahan yang tidak memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki
oleh pemerintahnya sendiri. Misalnya fasilitas keamanan yang dimiliki
oleh Kominfo," ujar Hari, di BPPT.
Saat
ini, tambah Hari, banyak lembaga pemerintah yang lebih senang memakai
vendor dari luar untuk mengelola website miliknya. Akibatnya tingkat
keamanannya tidak terjamin.
"Tindakan
itu sebenarnya sudah menyalahi prinsip tata kelola informasi yang sudah
diatur oleh Kominfo. Kenapa itu tidak pernah muncul sebagai
pelanggaran? Karena selama ini tidak pernah ada audit terhadap sistem
informasi dan teknologi," kata Hari.
Audit sistem informasi itu berkaitan dengan tata kelola, sementara audit teknologi berhubungan dengan sarana yang dipergunakan.
Hari
juga menyampaikan, untuk menyelesaikan masalah ini IATI bersama BPPT
berharap diberikan kesempatan untuk melakukan audit terhadap sistem
informasi dan teknologi yang ada di lembaga pemerintah dan swasta.
"Kami
menghimbau langsung kepada pemerintah untuk mendukung tindakan audit
ini. Karena selama ini kami tidak bisa sembarangan mengaudit lembaga
pemerintah," kata Hari.
sumber : http://tech.andaikata.com/2013/12/ini-penyebab-situs-pemerintah-sering.html


0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !